Tekan Inflasi Daerah, Siswa di Lombok Tengah Diajak Gerakkan Budidaya Cabai di Sekolah
Pemkab Lombok Tengah ajak siswa budidaya cabai di lahan sekolah dan rumah untuk tekan inflasi daerah. Selain wujud edukasi ketahanan pangan sejak dini, program ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan cabai mandiri agar daya beli masyarakat tetap stabil saat harga pasar melonjak.
PRAYA — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berinovasi dalam mengendalikan laju inflasi daerah, khususnya yang dipicu oleh fluktuasi harga komoditas pangan utama seperti cabai. Melalui kolaborasi antara dinas terkait dan sektor pendidikan, Pemkab mendorong gerakan edukatif menanam cabai secara masif yang melibatkan para siswa dan pihak sekolah.
Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan berbasis komunitas sekolah sekaligus meredam lonjakan harga cabai yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi di Nusa Tenggara Barat.
Edukasi Pangan Sejak Dini
Gerakan menanam cabai bersama siswa ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga mengusung misi edukasi. Para siswa diajarkan cara bercocok tanam yang efisien, memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah, hingga memanfaatkan wadah sederhana seperti polybag.
"Mengikutsertakan pelajar dalam gerakan ini memiliki ganda manfaat. Selain membantu menjaga ketersediaan pasokan cabai lokal, kita juga menanamkan kesadaran ketahanan pangan serta jiwa kewirausahaan pertanian sejak usia muda," ujar wakil dari pihak pemerintah daerah.
Optimalkan Lahan Sekolah dan Rumah
Melalui program ini, setiap sekolah diimbau untuk mengalokasikan area hijau atau pekarangan yang belum terpakai sebagai percontohan kebun cabai sekolah. Bibit cabai dibagikan secara bertahap kepada sekolah-sekolah untuk dirawat bersama oleh siswa di bawah bimbingan para guru.
Tidak berhenti di lingkungan sekolah, para siswa juga didorong untuk menerapkan ilmu yang didapat dengan menanam beberapa pot cabai di pekarangan rumah masing-masing. Diharapkan, hasil panen tersebut minimal dapat memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga.
Menjaga Stabilitas Harga Pasar
Cabai merupakan salah satu komoditas bergejolak (volatile food) yang sangat memengaruhi daya beli masyarakat saat harganya melonjak. Dengan adanya kemandirian pangan skala rumah tangga dan sekolah, ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pasar saat harga melambung tinggi dapat dikurangi.
Inisiatif terintegrasi seperti ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sektor pendidikan dapat berperan aktif mendukung program strategis daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.