Kamis, 8 Oktober 2026 Melihat Lombok dari Sudut Pandang Baru
12:53 WITA Ikuti

Harapan Baru untuk Sade: MIM Foundation Siap Tanggung Pembangunan Masjid Pascakebakaran

“Insyaallah kita dari MIM Foundation kemarin mendapat amanah dari hamba Allah terkait dengan masjid,” kata Romi

AR Admin Redaksi · · 4 menit baca · 980
Wabup HM. Nursiah dan Direktur MIM Fundation di atas bangunan masjid yang rata dengan tanah
Wabup HM. Nursiah dan Direktur MIM Fundation di atas bangunan masjid yang rata dengan tanah (Istimewa)

LOMBOK TENGAH – Kabar baik datang bagi masyarakat Kampung Adat Sade yang tengah bangkit dari musibah kebakaran. Yayasan Metro Insan Mulia (MIM Foundation) menyatakan kesiapan membantu pendanaan pembangunan kembali masjid yang terdampak kebakaran di Desa Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Direktur MIM Foundation, Romi Saefudin, mengatakan kesiapan tersebut merupakan amanah dari seorang donatur yang mempercayakan MIM Foundation untuk ikut mengambil bagian dalam pemulihan kawasan adat Sade.

“Insyaallah kita dari MIM Foundation kemarin mendapat amanah dari hamba Allah terkait dengan masjid,” kata Romi kepada media saat berada di Desa Sade, Rabu (26/8/2026).

Romi mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah serta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terkait rencana pembangunan kembali masjid tersebut.

Menurutnya, pembangunan masjid tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Tahap awal akan dimulai dengan penyusunan desain yang tetap mengacu pada karakter dan bentuk bangunan sebelumnya.

Unram dan UGM Akan Terlibat dalam Desain

MIM Foundation berencana melibatkan kalangan akademisi dalam proses perencanaan pembangunan masjid.

Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut akan dilibatkan untuk menyusun desain bangunan sebelum proses pembangunan dimulai.

“Insyaallah nanti akan didesain dulu sesuai dengan desain awal. Dalam hal ini yang akan mendesain adalah Unram dan UGM. Pasca itu baru kami masuk,” ujar Romi.

Menurut Romi, keterlibatan akademisi penting agar proses pembangunan kembali tidak hanya memperhatikan fungsi bangunan, tetapi juga tetap mempertimbangkan karakter Kampung Adat Sade serta aspek keselamatan.

Dari hasil pengecekan awal di lokasi, pihaknya telah melakukan pengukuran terhadap area pembangunan masjid. Namun, desain final dan kebutuhan anggaran akan menunggu hasil perencanaan teknis.

Sebagian konstruksi bangunan direncanakan menggunakan material kayu dengan tetap memperhatikan standar keamanan dan mitigasi risiko kebakaran.

Anggaran Akan Disiapkan Sesuai Kebutuhan

Terkait besaran anggaran pembangunan, Romi belum dapat memastikan nominal yang akan disiapkan.

Menurutnya, kebutuhan anggaran baru dapat dihitung secara lebih akurat setelah desain dan rencana anggaran biaya selesai disusun.

Namun, MIM Foundation memastikan pendanaan pembangunan masjid menjadi bagian dari komitmen yang telah disampaikan.

“Kalau anggaran kami belum bisa sebutkan. Tetapi nanti akan ada perhitungan berdasarkan satuan harga pemerintah. Yang jelas, untuk masjidnya Insyaallah kita siapkan,” katanya.

Sebelumnya Salurkan Makanan Siap Saji

Sebelum menyatakan kesiapan membantu pembangunan masjid, MIM Foundation juga telah turun langsung ke lokasi pascakebakaran.

Yayasan tersebut memberikan bantuan makanan siap saji kepada masyarakat serta para pekerja yang terlibat dalam penanganan dan pembersihan kawasan terdampak.

“Kami melihat banyak yang bekerja, tapi belum diperhatikan makanannya,” ungkap Romi.

Menurutnya, kebutuhan bantuan logistik bagi warga terdampak saat ini relatif telah tercukupi berkat perhatian pemerintah, masyarakat, relawan, dan berbagai pihak.

Karena itu, perhatian selanjutnya perlu diarahkan pada kolaborasi jangka menengah dan panjang untuk membantu proses pemulihan kawasan Sade.

“Melihat situasi, bantuan logistik juga sudah cukup. Tinggal bantuan kolaborasi stakeholder ini sepertinya karena kerusakannya cukup parah,” jelasnya.

Dorong Kesiapsiagaan Bencana

Selain membantu pemulihan pascakebakaran, Romi juga menyoroti pentingnya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

Menurutnya, NTB merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana sehingga upaya mitigasi harus menjadi perhatian bersama.

“Saya kira pertama adalah kesiapsiagaan kita dengan bencana ini. NTB itu dari 14 jenis bencana, 11 ada di NTB,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dan lingkungan dengan material mudah terbakar dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Karena itu, Romi mendorong penyediaan fasilitas penanganan kebakaran awal, termasuk alat pemadam api ringan (APAR), di sejumlah titik strategis.

“Saya juga melihat APAR di pojok-pojok itu harus disiapkan untuk memitigasi risiko,” ujarnya.

Romi berharap masyarakat Kampung Adat Sade tetap diberikan kekuatan untuk menghadapi musibah tersebut.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi harus menjadi pembelajaran bersama sekaligus momentum memperkuat semangat gotong royong dalam membangun kembali kehidupan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat yang terdampak kuat. Saya kira ini jadi pelajaran bersama. Ini kita bahu-membahu untuk kita bangun Desa Sade agar bisa menjadi seperti biasa,” pungkasnya.

Kesiapan MIM Foundation membantu pembangunan kembali masjid menjadi bagian dari dukungan berbagai pihak dalam proses pemulihan Kampung Adat Sade. Di tengah kerusakan yang ditinggalkan kebakaran, kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, lembaga sosial, dan para donatur diharapkan dapat mempercepat kebangkitan kembali salah satu ikon budaya Sasak tersebut.

Bagikan WhatsApp Facebook X Telegram Threads
Kata kunci
Berita LOTENG lainnya