Kamis, 8 Oktober 2026 Melihat Lombok dari Sudut Pandang Baru
12:55 WITA Ikuti

Dampingi Desa Kuta Mandalika, Tim Kolaborasi Fisika UB dan Unram Terapkan Alat IoT Pemantau Lingkungan

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Departemen Fisika Universitas Mataram (Unram) resmi menyerahkan dan menerapkan alat pemantau kualitas lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lo

AR Admin Redaksi · · 3 menit baca · 0
Foto Bersama Tim dosen dan mahasiswa dari Fisika UB dan Unram berfoto bersama perangkat desa serta warga Desa Kuta usai pelaksanaan pelatihan penggunaan alat IoT monitoring lingkungan di Balai Desa Kuta.
Foto Bersama Tim dosen dan mahasiswa dari Fisika UB dan Unram berfoto bersama perangkat desa serta warga Desa Kuta usai pelaksanaan pelatihan penggunaan alat IoT monitoring lingkungan di Balai Desa Kuta. (Istimewa)

POV:LOMBOK TENGAH — Pertumbuhan pariwisata di kawasan Mandalika membawa peluang ekonomi sekaligus tantangan baru bagi lingkungan. Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Fisika FMIPA Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Departemen Fisika Universitas Mataram (Unram) menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas lingkungan di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Perangkat pemantau kualitas lingkungan tersebut diserahkan dan mulai diterapkan di Desa Kuta pada Selasa (21/7/2026). Teknologi ini diharapkan menjadi salah satu instrumen pemantauan dini terhadap perubahan kualitas lingkungan di kawasan yang berada di sekitar Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika.

Pesatnya pembangunan dan meningkatnya aktivitas pariwisata membuat kebutuhan terhadap data lingkungan yang cepat dan akurat menjadi semakin penting. Melalui sistem IoT, kondisi lingkungan dapat dipantau secara lebih terukur dan menjadi bahan pertimbangan dalam menjaga kualitas ruang hidup masyarakat.

Bukan Sekadar Pasang Alat

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kuta tersebut tidak hanya berfokus pada penyerahan perangkat.

Tim akademisi UB dan Unram juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan perwakilan masyarakat mengenai cara mengoperasikan serta membaca data yang dihasilkan perangkat melalui dasbor digital.

Perangkat tersebut dirancang untuk merekam sejumlah parameter lingkungan, termasuk konsentrasi partikulat debu dan gas polutan. Data yang terkumpul dapat digunakan sebagai informasi awal untuk mengetahui adanya perubahan kondisi lingkungan.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pemeliharaan perangkat serta langkah yang dapat dilakukan apabila indikator lingkungan menunjukkan adanya potensi pencemaran.

Dengan demikian, teknologi yang diterapkan tidak berhenti sebagai perangkat yang terpasang di desa, tetapi diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Mata Digital” untuk Kuta Mandalika

Kolaborasi UB dan Unram menjadi salah satu kekuatan utama program tersebut.

UB berperan dalam pengembangan teknologi, sementara Unram menjadi mitra pendamping lokal yang membantu memastikan teknologi dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Kuta.

Konsep tersebut sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan informasi lingkungan.

Data yang dihasilkan perangkat diharapkan dapat menjadi bahan bagi desa dan masyarakat untuk memahami kondisi lingkungan secara lebih objektif, terutama di tengah perkembangan kawasan wisata Mandalika.

Teknologi IoT dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi menjadi semacam “mata digital” yang membantu masyarakat melihat perubahan kondisi lingkungan secara lebih cepat.

Dorong Pariwisata Tetap Ramah Lingkungan

Pemerintah Desa Kuta menyambut positif penerapan teknologi tersebut.

Kehadiran perangkat pemantau lingkungan dinilai memberikan manfaat bagi desa dalam membangun kawasan wisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi kawasan Kuta Mandalika, keberlanjutan lingkungan menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan pariwisata.

Melalui kolaborasi akademisi dan masyarakat, teknologi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan.

Program tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan kawasan pariwisata tidak harus berjalan berseberangan dengan kepentingan lingkungan. Sebaliknya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat mengawasi kondisi ruang hidupnya sendiri.

Dengan diterapkannya sistem pemantauan berbasis IoT, Desa Kuta kini memiliki tambahan instrumen untuk membaca kondisi lingkungannya secara lebih modern dan terukur.

Harapannya, langkah tersebut dapat menjadi awal dari penguatan desa wisata berbasis teknologi dan lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan Mandalika sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Bagikan WhatsApp Facebook X Telegram Threads
Kata kunci
Berita LOTENG lainnya