Korban KMP Putri Yasmin Asal Lombok Barat Meninggal, Wabup UNA Ungkap Momen Terakhir Bersama Istri
“Alhamdulillah, saya sudah dua kali menjenguk almarhum di rumah sakit. Saya dan Pak Gub menyemangati beliau untuk sembuh dan menguatkan istrinya,” ujar Nurul Adha.
LOMBOK BARAT – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga korban musibah kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin. Ardian (37), warga Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tujuh hari di RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung.
Almarhum Ardian mengembuskan napas terakhir pada Rabu (19/8/2026) pukul 16.46 WITA setelah sebelumnya menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Tripat.
Mendengar kabar tersebut, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, yang akrab disapa Wabup UNA, langsung mendatangi rumah duka di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Rabu malam untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Wabup UNA mengaku telah dua kali menjenguk Ardian selama menjalani perawatan di RSUD Tripat. Ia bersama Gubernur NTB juga sempat memberikan semangat kepada almarhum agar tetap kuat menjalani perawatan sekaligus menguatkan istrinya.
“Alhamdulillah, saya sudah dua kali menjenguk almarhum di rumah sakit. Saya dan Pak Gub menyemangati beliau untuk sembuh dan menguatkan istrinya,” ujar Nurul Adha.
Menurut Nurul Adha, saat itu Almarhum masih sempat berkomunikasi dan meminta istrinya untuk tetap berada di sampingnya.
Momen tersebut kini menjadi kenangan terakhir bagi keluarga, karena tangan sang istri masih berada di genggaman almarhum sebelum akhirnya Ardian berpulang.
“Beliau pun masih bisa bejorak, karena meminta istri agar tetap di sampingnya. Ternyata itu adalah saat-saat terakhir beliau memegang tangan sang istri tercinta. Dan Allah membawanya kembali,” ungkapnya.
Nurul Adha menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Ia mendoakan agar Ardian mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga husnul khatimah,” ucapnya.
Dalam kunjungan ke rumah duka tersebut, Wabup UNA didampingi Direktur RSUD Tripat dr. H. Suryadi, perwakilan Jasa Raharja, Camat Kediri, serta perangkat desa.
Ardian sebelumnya mendapatkan perawatan intensif selama tujuh hari setelah menjadi korban musibah kebakaran KMP Putri Yasmin.
Berdasarkan keterangan medis RSUD Tripat, korban mengalami gagal napas akibat pneumonia aspirasi setelah kemasukan air laut. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau gangguan pernapasan berat, disertai komplikasi gangguan fungsi ginjal.
Tim medis telah memberikan penanganan intensif selama korban menjalani perawatan. Namun, kondisi Ardian akhirnya memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia.
Almarhum yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tersebut meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Sebelumnya, Wabup Nurul Adha juga aktif mengunjungi dan memastikan kondisi para korban selamat yang menjalani perawatan di RSUD Tripat.
Pemkab Lombok Barat bersama pihak terkait, termasuk Baznas dan BPBD, terus melakukan pendampingan serta memberikan bantuan dan santunan kepada para korban dan keluarga yang terdampak musibah KMP Putri Yasmin.
Kehadiran pemerintah daerah di tengah keluarga korban diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses pendampingan terhadap masyarakat terdampak terus dilakukan.